syariah-islam.com

media seputar Syariah Islam

email : admin@syariah-islam.com

 

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ (تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Dari Ali bin Abi Thalib RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Aku telah meninggalkan di tengah kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh dengan keduanya niscaya kalian tidak akan pernah tersesat. Kedua perkara itu adalah kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’ no. 3338 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no. 319, dengan sanad hasan)

 

Ilmu Falak B Bag. 1

Written by Administrator. Posted in Ilmu Falak

Written by Administrator. Hits: 593Posted in Ilmu Falak

Download PDF

PENGERTIAN ILMU FALAK DAN OBJEK ILMU FALAK

  1. Menurut Etimologi

Falak menurut bahasa berasal dari bahasa Arab yang mempunyai persamaan arti dengan kata madar[1] atau kata “orbit (bahasa Inggris)[2], garis / tempat berjalan bintang”.[3] Dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai “lingkaran langit atau cakrawala”.[4] Kata falak diungkapkan oleh Al-Qur’an sebanyak 2 kali, yaitu pada surat Al-Anbiya ayat 33 dan surat Yasin ayat 40.[5]

وهو الذي خلق اليل والنهار والشمس والقمرصلى وكل فلك يسبحون. (الأنبياء : 33 )

Artinya :

“Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya”. (QS. Al-Anbiya: 33).[6]

 

لا الشمس ينبغى لها أن تدرك القمر ولا اليل سابق النهارج وكل فلك يسبحون. ( يس: 40)  

Artinya :

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. (QS. Yasin: 40).[7]

Masing-masing ayat tersebut mengartikannya sebagai “garis edar”[8] atau “orbit”.[9]

Sedangkan W.J.S. Poerwadarminta menyebutkan bahwa pengertian Ilmu Falak adalah “Pengetahuan mengenai keadaan (peredaran, perhitungan, dan sebagainya) bintang di langit, ilmu perbintangan (astronomi)”.[10] Atau lebih umum dikenal dengan “Ilmu Astronomi”.[11]

  1. Menurut Terminologi

Ilmu Falak adalah ilmu tentang lintasan benda-benda langit, matahari, bulan, bintang dan palnet-planetnya.[12]

Ilmu Falak adalah ilmu perbintangan, astronomi, pengetahuan keadaan bintang-bintang di langit.[13]

Ilmu Falak adalah suatu ilmu yang mempelajari benda-benda langit, matahari, bulan, bintang, dan planet-planetnya.[14]

Ilmu Falak adalah Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit, tentang fisiknya dan tentang geraknya, ukurannya dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.[15]

Jadi, pengertian Ilmu Falak adalah suatu ilmu yang membahas tentang keadaan benda-benda langit, peredarannya serta ukurannya. Ia juga membahas tentang cara untuk mengetahui posisi benda-benda langit dari segi perhitungan. Ilmu Falak juga membahas tentang posisi suatu daerah dilihat dari daerah lain.

 

[1] Achmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwar Arab-Indonesia Terlengkap,Cet I,  (Yogyakarta: Pustaka Progressif, 1984), h. 1152.

[2] Munir Ba’albaki, Al Maurid Al Modern English-Arabic Dictionary, Cet III, (Beirut: Dar al-Ilm li al-Malayin, 1970), h. 637.

[3] Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, (Yogyakarta: Pondok Pesantren Krapyak, 1984), h. 1152.

[4] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi ke 2,cet IX, (Jakarta: Balai Pustaka, 1999), h. 274 

[5] Muhammad Fuad Abdu al-Baqi, Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfazh Al Qur’an al-Karim, (Beirut: Dar al-fikr, 1986), h. 526. Lihat juga Hanna E. Kassis, A Concordance of The Qur’an, cet 1, (California: University of California Press, 1983), h. 428.

[6] Al-Qur’an dan Terjemahnya, h. 499

[7] Ibid. h. 709.

[8] Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, (Madinah; Mujamma Khadim al-Haramain asy-Syarifain, t.th), h. 499.

[9] A. Yusuf Ali, The Holy Qur’an Text Translation and Commentary, (USA: Amana Corp, 1934), h. 1179.

[10] W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indoenesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1985), h. 279.

[11] Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer, (Yogayakarta: Pondok Pesantren Krapyak, 1996), h. 1406.

[12] Muhammad Fard Wajdi, Dairatu Ma’arif al-Qarn al-Isyrin,(Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1971), Jilid 7, cet III, h. 481. 

[13] Tim Penyusun Pustaka, Leksikom Islam, (Jakarta: Pustaka Azet, 1988), Jilid 1, Cet I, h. 137.

[14] Hafidz Dasuki, Enseklopedi Islam, (Jakarta: Ichtiar van Hoeve, 1994), Jilid I, h. 330.

[15] Badan Hisab dan Rukyah, Almanak Hisab Rukyah, (Jakarta: Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1981), h. 14. Lihat juga Abdul Aziz Dahlan, Enseklopedi Hukum Islam, (Jakarta: PT. Ichtiar Baru van Hoeve, 1997), Jilid, cet I, h. 304.

Users
1
Articles
19
Articles View Hits
15574